KD 3.4 : Troubleshooting Lapisan Transportasi Jaringan
LAN
·
UDP (User Datagram
Protocol)
Adalah transport layer yang tidak andal ( unreliable ), connectionless
(tidak berbasis koneksi) data yang dikirimkan dalam bentuk packet tidak harus
melakukan call setup seperti pada TCP. Selain itu, data dalam protokol UDP akan
dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor identifier. Sehingga sangat besar
sekali kemungkinan data sampai tidak berurutan dan sangat mungkin hilang/rusak
dalam perjalananan dari host asal ke host tujuan. Tergantung pada host
penerima/tujuan, apakah akan meminta kembali pakcet yang rusak atau hilang. UDP
merupakan kebalikan dari transport layer TCP. Dengan menggunakan UDP, setiap
aplikasi socket dapat mengirimkan paket – paket yang berupa datagram. Istilah
datagram diperuntukkan terhadap paket dengan koneksi yang tidak andal (
unreliable service ). Koneksi yang andal selalu memberikan keterangan apabila
pengiriman data gagal, sedangkan koneksi yang tidak andal tidak akan
mengirimkan keterangan meski pengiriman data gagal. UDP tidak menjamin
kevalidan data saat data sampai ke si penerima.
·
TCP (Transmission
Control Protocol)
Merupakan protocol transport yang andal ( reliable ), dikarenakan protokol
TCP mempunyai mekanisme yang memastikan packet dapat diterima oleh client. Pada
saat TCP mengirimkan data ke penerima, TCP akan memberikan state
acknowledgement. Apabila state acknowledgement tidak diterima, maka TCP akan
secara otomatis mengirim ulang data dan menunggu dengan selang waktu tertentu
namun apabila dalam selang waktu tertentu TCP gagal mengirimkan data, maka
koneksi akan dihentikan. TCP memiliki algoritma yang digunakan untuk
memperkirakan round-trip time ( RTT ) yaitu waktu yang dibutuhkan pada saat
pengiriman data antara client dan server. TCP mempunyai karakteristik sebagai
protokol yang berorientasi koneksi (Connection oriented). Sebelum terjadi
proses tranfer data, maka yang pertama dilakukan adalah kedua belah pihak
melakukan caal request dan call accept. Protokol TCP menggunakan jalur data
full duplex yang berarti antara kedua host terdapat dua buah jalur, jalur masuk
dan jalur keluar sehingga data dapat dikirimkan secara simultan.
·
Header TCP
Ukuran dari header TCP
adalah bervariasi, yang terdiri atas beberapa field yang ditunjukkan dalam
gambar dan tabel berikut. Ukuran TCP header paling kecil (ketika tidak ada
tambahan opsi TCP) adalah 20 byte.
Nama field
|
Ukuran
|
Keterangan
|
Source Port
|
2 byte (16 bit)
|
Mengindikasikan sumber protokol
lapisan aplikasi yang mengirimkan segmen TCP yang bersangkutan. Gabungan
antarafield Source IP Address dalam header IP dan field Source
Port dalamfield header TCP disebut juga sebagai source socket,
yang berarti sebuah alamat global dari mana segmen dikirimkan. Lihat juga Port TCP.
|
Destination Port
|
2 byte (16 bit)
|
Mengindikasikan tujuan protokol
lapisan aplikasi yang menerima segmen TCP yang bersangkutan. Gabungan antara
field Destination IP Address dalam header IP dan field Destination Port dalam
field header TCP disebut juga sebagai socket tujuan,
yang berarti sebuah alamat global ke mana segmen akan dikirimkan.
|
Sequence Number
|
4 byte (32 bit)
|
Mengindikasikan nomor urut dari oktet
pertama dari data di dalam sebuah segmen TCP yang hendak dikirimkan. Field
ini harus selalu diset, meskipun tidak ada data (payload) dalam segmen.
Ketika memulai sebuah sesi koneksi TCP, segmen dengan flag SYN (Synchronization) diset ke nilai 1, field ini akan berisi nilai Initial Sequence Number (ISN). Hal ini berarti, oktet pertama dalam aliran byte (byte stream) dalam koneksi adalah ISN+1. |
Acknowledgment Number
|
4 byte (32 bit)
|
Mengindikasikan nomor urut dari oktet
selanjutnya dalam aliran byte yang diharapkan oleh untuk diterima oleh
pengirim dari si penerima pada pengiriman selanjutnya. Acknowledgment number
sangat dipentingkan bagi segmen-segmen TCP dengan flag ACK diset ke nilai 1.
|
Data Offset
|
4 bit
|
Mengindikasikan di mana data dalam
segmen TCP dimulai. Field ini juga dapat berarti ukuran dari header TCP.
Seperti halnya fieldHeader Length dalam header IP, field ini
merupakan angka dari word 32-bit dalam header TCP. Untuk sebuah segmen TCP
terkecil (di mana tidak ada opsi TCP tambahan), field ini diatur ke nilai
0x5, yang berarti data dalam segmen TCP dimulai dari oktet ke 20 dilihat dari
permulaan segmen TCP. Jika field Data Offset diset ke nilai maksimumnya (24=16)
yakni 15, header TCP dengan ukuran terbesar dapat memiliki panjang hingga 60
byte.
|
Reserved
|
6 bit
|
Direservasikan untuk digunakan pada
masa depan. Pengirim segmen TCP akan mengeset bit-bit ini ke dalam nilai 0.
|
Flags
|
6 bit
|
Mengindikasikan flag-flag TCP yang
memang ada enam jumlahnya, yang terdiri atas: URG (Urgent), ACK
(Acknowledgment), PSH (Push), RST (Reset), SYN (Synchronize), dan FIN
(Finish).
|
Window
|
2 byte (16 bit)
|
Mengindikasikan jumlah byte yang
tersedia yang dimiliki oleh buffer host penerima segmen yang bersangkutan.
Buffer ini disebut sebagai Receive Buffer, digunakan untuk menyimpan byte
stream yang datang. Dengan mengimbuhkan ukuran window ke setiap segmen,
penerima segmen TCP memberitahukan kepada pengirim segmen berapa banyak data
yang dapat dikirimkan dan disangga dengan sukses. Hal ini dilakukan agar si
pengirim segmen tidak mengirimkan data lebih banyak dibandingkan ukuran
Receive Buffer. Jika tidak ada tempat lagi di dalam Receive buffer, nilai
dari field ini adalah 0. Dengan nilai 0, maka si pengirim tidak akan dapat
mengirimkan segmen lagi ke penerima hingga nilai field ini berubah (bukan 0).
Tujuan hal ini adalah untuk mengatur lalu lintas data atau flow
control.
|
Checksum
|
2 byte (16 bit)
|
Mampu melakukan pengecekan integritas
segmen TCP (header-nya dan payload-nya). Nilai field
Checksum akan diatur ke nilai 0 selama proses kalkulasi checksum.
|
Urgent Pointer
|
2 byte (16 bit)
|
Menandakan lokasi data yang dianggap
"urgent" dalam segmen.
|
Options
|
4 byte (32 bit)
|
Berfungsi sebagai penampung beberapa opsi
tambahan TCP. Setiap opsi TCP akan memakan ruangan 32 bit, sehingga ukuran
header TCP dapat diindikasikan dengan menggunakan field Data offset.
|
·
Transport komponen lapisan protokol
inti Netware Control Protocol (NCP)
NCP (NetWare
Core Protocol) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan dalam beberapa
produk dari Novell, Inc Hal ini biasanya berhubungan dengan sistem operasi
NetWare, tetapi bagian dalamnya telah diimplementasikan pada platform lain
seperti Linux, Windows NT dan berbagai rasa dari Unix. Hal ini digunakan untuk
mengakses file, cetak, direktori, sinkronisasi jam, pesan, perintah eksekusi
remote dan fungsi jaringan layanan lainnya. Novell eDirectory menggunakan NCP
untuk perubahan data sinkronisasi antara server di pohon layanan direktori.






0 komentar:
Posting Komentar